Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Kamis, 04 Desember 2014

♡when the distance is meaningless♡

‘Cerpen
>>>>
♡when the distance is meaningless♡<<<<

Title   :
when the distance is meaningless
Karya : Nurul Fadhilah Suardi fb : Dyfah Farellah
Theme :Persahabatan
Genre : entahlah
~~o0o~~o0o~~

HaPpy Reading Guys (^_^) (^_^)  

Sekali lagi Dia menatap sebuah Rumah pohon yang penuh dengan Kenangan.
Tak banyak yang berubah, Rumah pohon ini masih terawat indah, dan sebuah lapangan basket kecil dengan ring yang sepertinya baru-baru dibuat., Gadis ini perlahan-lahan memajakkan kakinya menaiki satu persatu tangga rumah pohong itu, Gadis ini bergemin mematung menatatap sebuah fotoh kecil yang tertempel indah disudut rumah pohon ini, 3 anak kecil yang polos, seorang anak laki-laki dan diapit oleh gadis gadis kecil yang lucu dan manis, gadis ini membeku tak lama air bening mengalir dipipinya yang lembut
 “Lo siapa?”
Seseorang mengagetkan Zyfa dari belakang, ia menoleh keasal suara itu dan melihat seorang pria remaja dengan postur tubuh yang tinggi,rambut cepak,berkulit putih, dan sebuah bekas luka kecil di sudut keningnya , sedang berdiri tegap didepannya dengan ditemani sebuah gitar, gitar yang sangat dikenali oleh gadis remaja ini.” apakah dia orang yang kurindukan selama ini??” Ucap Zyfa membatin
“lo siapa? Ngapaing lo disini?” Ucapnya mengulang pertanyaan yang sama.
Sebuah garis tertarik  dipipi gadis ini membentuk sebuah senyuman manis yang jarang ia berikan pada orang lain.
“Lo masi sering kesini?” Zyfah mengacuhkan pertanyaan pemuda itu
____________~~~~____________
Hari ini sangat membosankan,  sama dengan hari-hari sebelumnya, sejak gadis lucu itu tak pernah ia lihat lagi saat liburan semester tiba, Pria ini telah menahan perasaannya telah lama yang entah sejak kapan perasaan seorang sahabat berubah jadi Cinta dah hal itu membuat pemuda ini tersiksa, ia takut mengatakan yang sejujurnya, ia takut persahabatannya hancur, dan dia juga takut bakal dijauhin dengan gadis yang sangat berarti dihidupnya , ia hanya memilih diam dan hanya bisa memendam perasaan itu dalam-dalam. Disekolah tak ada satupun gadis yang ia dekati selain saudara kembarnya sendiri.  Disekolah ia termasuk siswa yang sangat disenangi oleh para kaum hawa,  senyuman-senyuman mereka Cuma bisa dibalas dengan tatapan dingin khasnya yang sangat menyakitkan hati. Ia memang cuek dengan sekitarnya, dia terkenal misterius. Orang Aneh, mungkin itulah yang bisa terucap dari bibir saudara kembarnya. Pria ini terlahir didunia ini tidak sendiri ia terlahir kembar dengan adik perempuannya atau biasa disebut kembar No-identik.

Jerah akan  panas dikamarnya Karel menarik gitarnya dan keluar dari kamar ia berlari-lari kecil ketempat favoritnya yang hanya dia dan 2 orang yang sangat berarti dihidupnya yang tau tempat itu. Teringat jelas dimemori Karel pertemuan pertama dia dengan gadis polos 8 tahun yang lalu…

#Flashback On
“Rel jangan balapan dong nanti nabrak orang gimana?” Ucap adik kembarnya
“Bawel” Karel
“Ya udah kalo kamu gak mau dengar aku mau balik, nanti aku laporin kamu sama mama” Amel
“Ginini kalo cewek bisanya cuman ngaduh doang, payah, sana pergi..” Karel
Saat itu Karel masih berada di kelas 3 SD Karel sejak kecil memang terkenal cuek.  Anak kecil yang masi lucu ini  ngebut-ngebutan berssepeda dijalanan kompleks.
“Awwww”
Seorang gadis kecil tersungkur jatuh diaspal, aku tak sengaja menabraknya.
“Eh, Maaf aku gak sengaja” Ucap karel singkat  sambil berlalu meninggalkannya, dia tahu ini tindakan yang salah. dia mencoba menoleh kebelakang ia melihat  gadis kecil itu sedang menangis kini ia merasa bersalah.
Mata gadis kecil ini membalalak tak percaya akan apa yang ia lihat tadi, seorang anak lakki-laki yang sebaya dengannya ngebut-ngebutan bersepeda dijalan dan tak sengaja menabraknya, dan ia hanya meminta maaf tanpa menolongnya berdiri. Sentak gadis kecil ini sangat kesal.
“Bodoh, Tolol banget si.. kalo ngebut jangan disini” Umpatnya dalam hati
“Awww” gadis ini meringis kesakitan, matanya mulai memerah dan air bening mulai mengalir dipipinya, ia pulang kerumah omnya dengan kaki pincang..
Karel memarkir sepedanya tepat di samping sepeda saudar kembarnya, ia mebuka knop pintu dan mendapat keluarganya tengah berada diruang keluarga. Karel tersenyum.
“Karel tadi ngebut-ngebutan main sepedakan?” Ucap mama lembut
Karel hanya cengar cengir dan beralih menatap  saudara kembarnya,  ia tersenyum mengejek pada Amel dan berlalu naik kekamar.
Malam itu malam tahun baru, seluruh keluarga Karel kini berada dihalaman rumah tetangga sebelah merayakan tahun baru bersama dengan acara kecil-kecilan, Karel keluar dan berjalan ketempat Mama,papa dan amel berada, cukup ramai, dia menatap seorang gadis kecil yang manis, astaga! Gadis itu yang ia tabrak tadi. ia mendengar Om Raza memanggilnya, ia menoleh dan melihatnya,om Raza berada tepat disamping gadis manis itu senyumku mengembang dan berlari kearah om Raza/
“Karel tadi ngebut main sepedakan?” Tanya Om Raza
Karel hanya cengar-cengir menjawabnya
“Ini keponakan Om namanya Zyfa” Om raza
Aku berbalik kearahnya dan tersenyum, senyum pertama kali aku berikan pada lawan jenis selain keluargaku “Maaf ya tadi…” ucapku pada gadis itu
Gadis itu hanya mengangguk dan berlalu…
____________-~~~_______________

Hufft desahan Nafas berat Karel terdengar jelas, Gadis itu sahabat kecilnya, ia juga tak tahu sejak kapan Perasaan seorang sahabat itu berubah menjadi Cinta. Ia menatap Rumah pohon yang ada didepannya, tempat favoritnya bersam adik kembar dan orang yang sampai sekrang ia nantikan Dyfa satu-satunya gadis yang menarik perhatiannya. Ia menaiki satu persatu tangga rumah pohon ini, dan betapa terkejutnya ia melihat seorang gadis remaja dengan rambut terurai kini membelakanginya menatap fotoh yang sengaja ia tempel di rumah pohon ini.

“Lo siapa?”

Gadis ini menoleh kearah Karel, bukannya ia menjawab, dia malah memberikan pertanyaan yang membuat Karel  kebingunan.

“Lo masi sering kesini?”
“Jelas banget, ini tempat gue, dari mana lo tau tempat ini?” Ucapku dingin padanya
“Hahahaha, masi nggak berubah lo ya masi dingin, cuek, nyebelin”
“Apaan si lo?” Ucapku kini bertambah bingung oleh gadis ini
“Lo Karel R.A kan?”
“Dari mana lo tau nama gue, apa gue seterkenal ini ya, sampai-sampai ada orang asingpun kenal gue” Ucanya kepedean
“Hahaha GR.. Lo benaran gak kenal ama gue?”
“Kagak lah, ngapaing nanya lo siapa, kalo gue tau” -_-
“Gue Zyfah sahabat kecil lo”
Karel  bergeming sesaat tak percaya, Orang yang ia nantikan selama ini berada didepannya. Apa benar dia Zyfah? Zyfah sahabat kecilnya??
“Apa yang membuat lo bisa bukti’in kalo lo My little Best Friend” Karel
“Lo ingat kejadian pas makan bakso gak?? Lo ingat bangku yang kita dudukin bertiga bareng amel bangku panjang itu, gue dipinggir  kanan, amel ditengah dan lo dipinggir kiri, saat Amel dah kenyang dia berdiri, dan pas mau bayar situkang bakso baru deh nyadar uangnya gak ada, dan berlari masuk ke  rumahlo, nah pas itu gue asik-asiknya makan bakso tiba-tiba keselek, lo malah tiba-tiba berdiri juga dan buat kursi panjang itu gak seimbang alhasil gue jadi jatuh, tega lo :3 “
Zyfah menceritakan salah satu kejadian lucu yang gak bisa ia lupa, membuat Karel tersenyum
“Maaf” Lagi-lagi cuman kata itu yang bisa terucap
“Hahhaha gak papa lagi,  gue tau itu cara lo nolongin gue kan iya kan ngaku deh lo??”
“Hahaha GR lo..”
“Jadi lo dah percaya gue ini Zyfah?” Zyfah
“Iya iya, lo gak banyak berubah ya, masi sama, Nyebelin”Karel
“Yehh harusnya yang bilang gitu gue, lo yang gak banyak berubah, masi sama masi cuek, dingin kayak es beku dikutub utara, sinis, aneh, nyebelin” -_-
“Apa kabar?” Karel
“Baik, lo?”
“Seperti yang lo lihat sekarang” Karel
“Kalo Amel?”
“Kalo Amel si, sekarang dah gak bisa diem dirumah, dikit-dikit keluar, rapatlah, inilah itulah, maklum ketua Osis + ketua ekskul KIR, bawelnya makin  hari makin bikin eneg arrgh” :3
“Jadi ceritanya lo kesepian ni?”
“Ha? Gak juga, masi ada gitar gue sama basket gue yang setia nemenin gue”
“hahaha lo benar-benar Beda ya.. lo ……” Zyfah tak melanjutkan kata-katanya
“Beda apa? Gue kenapa?” Ucap Karel menatap gadis yangselama ini dia nanti’in
“Ya Beda aja, Rel lo itu beda.., lo Unik, gue tau lo cuek, dingin tapi dibalik itu lo orangnya perhatian banget, cuman lo nggak nunjukin secara lansung sikap lo ini dapet nilai +, seperti saat makan bakso itu, gue tau itu salah satu cara lo nolongin gue kan, gue tau rel, lo juga orang unik, beda, lo lebih betah tinggal dirumah lo daripada keluyuran seperti pemuda pemuda umumnya, lo memang beda, lo unik, aneh dan hal itu yang membuat gue kagum pada lo Rel, lo pasti gak tau, selama ini gue diam-diam ngaggumin lo..” Zyfah membatin
Karel menatap Zyfah dengan kebingunan, ia tahu kini Dyfah tengah melamun
“Lo ngelamun ya?” Karel
“Ha?? Nggak..” Zyfah
“Rumah pohon ini masih terawatt ya?” Zyfah
“Ya iyalah orang ini Gue yang rawat” Karel
“Rel lo ingat gambar ini gak?” Zyfah menunjukkan gambar yang sangat Karel kenali, memori masa lalu kini teringat jelas lagi dipikirannya

#Flash back On
Hari itu, Hari begitu ceria, suasana sangat bersahabat, tampak dari kejauhan 2 anak kecil sedang bermain gembira, sesekali mereka tertawa, dibalik pohon besar terdapat seoarang anak laki-laki kecil yang kini memperhatikan   kedua gadis kecil yang asik bermain itu, sesekali tarikan dipipinya membentuk sebuah senyuman terlihat jelas, matanya terus menatap kedua gadis kecil itu, gadis yang ditabraknya beberapa hari yang lalu, yang tengah bermain akrab bersama saudara kembarnya sendiri.
“Manis” kalimat yang tak disengaja Karel keluarkan ketika memperhatikan gadis yang ditabraknya itu
Masi dibalik pohon besar itu, karel masi asik-asiknya menatap kedua gadis itu sampai ia tersentak kaget saat ia mendengar salah satu gadis yang kini diperhatikannya memanggilnya bergabung lebih tepatnya saudara kembarnya sendiri.
“Rel ngapaing dibalik pohon itu, kalo ma gabung ayo” Amel
“Ha??”
“Yeee bilang aja mau gabung, ayo sini” Amel
Karel melangkahkan kakinya kearah 2 gadis kecil ini,  sesekali ia melirik pada gadis yang tengah berada disamping sahabat kembarnya..
Menit berganti menit, waktu tak terasa berlalu dengan cepatnya, matahari kini berada di atas kepala,  dengan bantuan Amel , Karel dan Zyfa kini akrab.
Karel tengah sibuk berperan dengan sebuah pensil, ia sedang menggambar sesuatu, matanya tak pernah lepas dari Zyfa, Zyfa yang tersadar kini menoleh dan mata mereka beradu, Zyfa menatap Karel dengan kebingunan.
“Ada yang salah?” Ucap Zyfa sambil menunjuk dirinya
“Nggak kok” Karel tersipu malu
“Lagi gambar apa Rel” Amel
“Dah jadi, ini Buat kamu Fa, kenan-kenangan” ucapa Karel menyodorkan sebuah kertas gambar yang telah diisinya dengan gambar abstrak kepada Zyfa
Amel yang melihat aksi kakak kembarnya ini bingung, baru kali ini Amel melihat Karel Akrab dengan gadis lain selaingnya, tapi dihati gadis kecil ini, dia senang melihat kakaknya yang sekarang.
“Gambar apa ini?” ucap Zyfa Bingung
“Ntah, aku juga gak tau itu gambar apa, tapi simpen ya janji?” Karel
“Aku mana?” Ucap Amel
“Gak ada” Karel
“Ya..” Amel
“Kamu kan gak kemana-mana, ngapaing diberi Kenan-kenangan.” Karel
Amel tersenyum kecut kepada kakaknya, sedangkan Zyfa kini menatap gambar itu mencari-cari apa objek sebenarnya dari gambar ini.
Karel yang memperhatikannya perlahan-lahan tersenyum penuh arti, “Suatu saat kamu akan tau Fa” Batin Karel
Matahari kini telah berada diufuk barat sebentar lagi akan tengggelam, dan tergantikan oleh Bulan dan Bintang-bintang yang mengawalnya, ketiga bocah ini bergegas pulang kerumahnya masing-masing
___________~~~~~~_____________

“Iya itu gambar gue kan” Karel
Zyfa hanya mengangguk menunggu karel melanjutkan kata-katanya.
Tetapi harapannya Pupus Karel tak melanjutkan kata-katanya malah Karel juga Ikut terdiam, Zyfa mendengus kesal dan berlalu meninggalkannya.
“Fa mau kemana?” Cegah Karel
“Turung, sumpek disini” Zyfa
Karel mengikutinya, mengekor layaknya seekor anak ayam, ekspresinya masi datar tetapi tatapannya masi terus menatap gadis yang berjalan memunggunginya itu “Gambar itu, Gambar perasaan gue sejak pertama ngenal lo Fa, Perasaan yang tidak jelas gue gak tahu, seperti gambar itu, gambar abstrak yang ntah objek pastinya apa” Batin Karel
“Ngapaing lo ngikutin gue?” Ucap Zyfa yang kini berhadapan dengan Karel
Karel yang takk sadar tadinya, kini tersentak kaget sambil tersenyum “Ha? Apa?” Karel
Gadis remaja ini memuat kedua bola matanya dan mendengus kesal pertanda dia benar-benar kesal dengan orang yang kini ada dihadapannya
“Ngapaing Lo ngikutin gue?” Ucap Zyfa
“Lo marah ya?” Karel mengacuhkan pertanyaan Zyfa
“Tau :3 “ Zyfa
Gadis ini duduk dihamparan rumput disamping lapangan basket dekat rumah pohonnya, Lama tak ada yang memulai percakapan, sampai seseorang memanggil mereka berdua dari kejauhan
“Karel, Zyfa” Amel
“Amel” Zyfa berlari memeluk sahabat kecilnya ini.
“Lo masi ingat gue Mel?” ucap Zyfa
“Ya iyalah gue tau, gak ada cewek selain lo yang karel berani dekatin, cuman lo satu-satunya gadis selain gue yang bisa dekat dengan Karel, makanya gue cepat ngenal kalo gadis yang didekat karel itu pasti lo” Amel
“Hahaha Lo bisa aja Mel” Zyfa
Karel melangkah mendekati kedua gadis itu, senyum manis yang ia paparkan dengan dua gadi yang sangat berarti dihidupnya ini, perlahan ia mencoba mendekati Zyfa, niatnya ingin meminta maaf karena ulahnya yang membuat gadis itu kesal.
“Zyfa Maaf ya” Karel
Zyfa hanya mengangguk sambil tersenyum.
“Ow jadi tadi diem-dieman disana ceritany berantem tu” Amel melangkah menuju Rumah pohon
Karel dan Zyfa hanya bisa tersenyum menjawab pertanyaan Amel. Sambil mengekor kebelakangnya kini mereka duduk memandang matahari tenggelam di rumah pohon itu.
Perlahan-lahan matahari kini mulai tenggelam, senja sebentar akan menjadi gelap, matahari tergantikan oleh bulan dan bintang-bintang pengawalnya.
“Pemandangannya Indah ya?” Ucap Amel memecahkan keheningan yang terjadi sedari tadi mereka hanya larut dalam pikiran masing-masing.
Malam ini bulan sangat terang, banyak bintang diangkasa, 3 sahabat  ini belum juga beranjak dari rumah pohon itu.
“Bintangnya banyak ya” Zyfa
“Lo masi ingat bintang lo yang mana?” Karel
Zyfa menatap Karel bingung, perlahan-lahan ia mencerna kata-kata karel, kini kebingunan yang tertaut diwajahnya berubah menjadi senyuman yang manis dan berlarut dalam ingatannya kembali
#FlahBack On
Malam itu penuh dengan banyak bintang yang menghias dia angkasa, ketiga sahabat ini tengah asik-asiknya bercanda di taman halaman rumah Om Raza,  Karel menatap bintang-bintang itu, membiarkan kedua gadis disampingnya ini tetap asyik dalam permainan Monopolinya yang hanya diterangi dengan sebuah lampu cas, yupzt saat itu tengah terjadi pemadaman lampu dikompleks itu, Zyfa menoleh dan mendapati karel yang menengok keangkasa, matanya mengikuti arah pandang Karel, kini ia terkagum-kagum dengan Bintang-bintang yang berkelap-kelip diangkasa itu, Amel yang bingung melihat tingkah mereka juga ikut melihat keatas, kini mereka bertiga tersenyum-senyum kagum dengan bintang-bintang itu, sungguh Indah ciptaan tuhan ini.
“Yang warna keemasan itu bintangku” Ucap Amel memecah keheningan
“Kalo aku yang paling terang itu yang disamping kanang bulan” Zyfa
“Kalo aku jadi bulannya aja, liat dech Bintangnya Amel berada disisi kiri bulang itu, dan disisi kanang bulang itu bintangnya Zyfa, jadi aku mau jadi bulannya aja biar selalu dekat dengan kalian” Karel
“Ye…. “ Zyfa mengacak acak rambut Karel
“Jangan sentuh rambutku yang agung :p “ Karel
_______________-~~~~~-_____________
“Bintangku itu tetap bintang yang paling terang yang berada disamping kanan Bulan itu” Zyfa
“Lucu ya jika diingat kekonyol-konyolan kita dulu” Amel
“hahaha” tawa mereka memecahkan kehenian mala mini.
Suara nada dering Handphone Amel terdengar jelas, cepat-cepat Amel mengangkat telephone dari orang disebrang sana.
“Siapa?” Zyfa
“Sekretaris gue” ucap Amel sambil menekan tombol hijau pada layar HPnya
“Ha?? Apa???... iya maksud gue minggu lalu emang gitu.., jadi??.. aduh gimana si??... solusinya gimana??... , ya udah gini aja gue buat LPJ nya ntar lo kirim rincian dananya biar gue bisa bantuin lo.. ok, ok.. bye”
“Ada apa si??” Karel
“Biasa, sekretaris gue lagi kewalahan,ya udah gue balik ya. Bakal parah kalo urusannya gak selesai, bye.” Amel
Amel meninggalkan rumah pohon itu, dan berlari menuju kerumahnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai ketua osis. Kini tinggal karel dan Zyfa tetap bertahan pada Rumah pohon itu
“Egh gitar lo cuman matung gitu doang, gak niat apa manining, maining satu lagu dong Rel” Zyfah memecahkan kebisuan yang terjadi
“Bilang aja lo mau dengar gue nyanyi -_- , suara gue fales ntar lo kabur lagi pas denger” Karel
“Hahaha gak kok, ayolah” Zyfah
“gimana kalo gue yang main gitar lo yang nyanyi adil kan?”
“Suara gue cempreng Rel, ntar rumah pohon ini roboh lagi pas gue nyanyi”
“Hahaha gak papa, seru juga dong kita buat rumah pohon lagi”
“Apaan si, iya-iya”

Jari jemari karel menari-nari memetik senar gitar kesayangannya, dilanjutkan Zyfah menyanyikan sebuah lagu  yang dipopulerkan oleh acha septriasa
(Zyfah)
Embun di pagi buta
menebarkan bau asa
detik demi detik ku hitung
inikah saat ku pergi

(Karel)
oh tuhan ku cinta dia
berikanlah aku hidup
takkan ku sakiti dia
hukum aku bila terjadi

Reff (Karel & Zyfah)
aku tak mudah mencintai
aku tak mudah mengaku ku cinta
aku tak mudah mengatakan
aku jatuh cinta

senandungku hanya untuk cinta
tirakatku hanya untuk engkau
tiada dusta sumpah ku cinta
sampai ku menutup mata
cintaku sampai ku menutup mata


 “Suara lo benar-benar Hancur ya” Karel
“Sadis lo”
“Hahahah, egh btw dalam rangka apa lo kesini, inikan bukan libur semester?” Karel
“Owh tadi papa mendadak ada urusan kesini, karena gue kangen sama sahabat-sahabat gue, gue maksa ikut”
“Jadi lo gak tinggal lama dong?” Karel
Wajah Karel berubah drastis, tampak sebuah kekecewaan mendalam mengetahui hal ini
“iya besok pagi-pagi nanti gue balik” Zyfah
“ow”
“Hmmptz Rel nama FB lo apa, biar kita bisa kontak disitu?”
“Gue gak punya FB” jawabnya cuek
“Twitter?”
“Gue juga  gak punya”
“Ha?? Kenapa?” Zyfah
“Gak penting juga, kalo cari informasikan ada om google mau kontak sama orang bisa sms atau telephone, gue gak suka facebookan” Karel
“Oh My god masi adakah orang secuek dan semisterius orang ini, jujur walaupun gue sahabatn sejak kecil dengan ni orang, masi banyak yang gue gak ketahui, orang ini susah untuk ditebak, dan ia juga cukup privacy” Lagi-lagi Dyfa membatin
Karel menatap sahabat kecilnya ini, ia melihat wajahnya kebingunan, ini semua pasti karena perkataan ya karel ucapkan tadi, Dyfah menatap Karel seakan tak percaya dengan apa yang ia ucapkan tadi, but menurut Karel Up to she .
“Jadi??” Zyfa
“Kontakan lewat HP aja gitu repot” Karel
“Nomor lo berapa?” Zyfa
“Gak usah lo tau, ntar juga gue bakal sms lo sendiri, suatu saat nanti” Karel
“Emang lo tau nomor gue?” Zyfah
“Nggak :D “ Karel
“Yeeee mana bisa lo sms gue klao lo gak tau nomor gue dodol” Zyfah
“Di bisa-bisain aja”
“Aneh lo” cuman kalimat ini yang terlontar dari mulut Zyfa
“Pulang yuk” Karel
Karel dan Zyfa pun beranjak dari rumah pohon itu menuju kettempat peristirahatannya masing-masing, esoknya suara kicauan burung bernyanyi menyambut pagi yang cerah ini, awan yang ceria serta semilir angina yang meyejukkan, pagi-pagi Zyfah sudah On The Way, tampak seorang pemuda memasuki pekarangan rumah Omnya, yupzt bisa ditebak dia Karel.
“Gue Kira lo tinggal lama” Karel
“Hahaha, sorry gue juga sekolah soalnya”
“Hmptzz ya udah, libur semester nanti kesini lagi ya” Karel
“Ntahlah Rel, kemungkinan nggak dech, soalnya lagi sibuk, tapi ntar gue usahin dech”
“Suatu saat gue bakal sms lo, dan lo harus balas ok?” Karel
“Sms pake apa, nomor Hp gue aja lo gak tahu, so’ta berhadia ni yee”
“Liat aja nanti” Karel
“Yaudah, gue pergi ya Rel, bye” Zyfa
Karel menatap gadis itu sampai hilang ditikungan jalan, dalam hatinya ia berharap agar bisa bertemu dengannya lagi, ntah kapan itu, Dalam persahabatan jarak taka da artinya untuk sebuah persahabatan, kadang didalam persahabatan juga sering kali muncul rasa yang selalu ditakutkan, tapi karena untuk persahabatan, perasaan itu juga harus terpendan demi ketuhan persahabatan.
_______________~~~~~~_____________________

Liburan semester tahun pertama_
“Hari ini hari terakhir liburan semester, lo benar-benar gak datang Fa, kenapa? Apa benar lo lagi sibuk?
Tahu gak, tiap pagi-sore bahkan sampai malem gue nunggu dibalkong berharap lo dan keluaraga lo berlibur lagi, ternyata sampai hari terakhir lo gak datang-datang, anyway gak papa kok, but Good luck semoga urusan lo cepat kelar, dan gue harap liburan semester tahun depan lo datang berlibur kesini.”
“Hari ini hari terakhir liburan, urusan belum kelar-kelar juga, Apa kabar Zy, Mel, apa kalian baik-baik aja? Sorry liburan kali ini gue gak berlibur kesitu”
Liburan smester tahun ke-2
“Andai lo ada disini Fa, tau gak selama pekan liburan ini karel betah banget lo tinggal dibalkon rumah, kalo ditanyain lagi ngapain dianya cuman pura-pura metik senar gitarnya sambil berkata” Lo nggak lihat” hahaha biasa la Karel kan sinis -_- , but gue tau saudara kembar gue itu lagi nunggu lo Fa, Kenapa lo gak liburan kesini lagi Fa, dah dua kali liburan semester lo nggak kelihatan-kelihatan juga, ngpaing aja si?, andai gue punya nomor lo, pasti gue dah sms lo dari awal, gue cuman bisa nulis kek gini tapi setelah gue pikir-pikir ternyata sama aja, gak bakal bisa terkirim hmmpptzz andai surat ini bisa sampai ditangan lo, pasti lo tertawa bayangin karelkan hayooo”
“Hari ini  hari terakhir liburan semester lagi, lo belum nongol-nongol aja, lo sesibuk apanya si Fa?? Owh iya nomor lo udah gue simpan, tapi gue belum berani sms lo, mungkin menurut lo gue aneh, ntahlah gue juga gak ngerti..”
“Hari ini hari terakhir liburan semester  gak kerasa ya udah 2 tahun kita gak ketemu lagi, sorry Zy, Mel gue belum bisa dating lagi soalnya ayah sama mama lagi ssibuk-sibuknya, membosankan tau dirumah terus, gue kangen sama rumah pohon kita bertiga, kangen bercanda ama kalian, hmptzz Zy katanya lo bakal sms gue dah 2 tahun lo belum sms sms juga gimana si? Andai surat ini bisa gue kirim, tapi mana mungkin disini gue gak tahu tukan pos surat dimana hahaha”

Ketiga sahabat ini terbawa dalam pikiran masing-masing, pikiran yang sama “kapan bisa kumpul bareng lagi?”, kini jarak mereka sangat jauh, kesibukan-kesibukan membuat mereka tak bisa kumpul lagi, kesempatan yang selalu digunakan berkumpul saat liburan semester kini sangat susah hanya desahan nafas berat lah yang bisa mereka lakukan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu._
“Apakah Mereka masi mengingatku” Zyfa
Zyfa melangkahkan kakinya keluar dari kamar ia berjalan ketaman kompleks rumahnya sekedar untuk melepaskan semua beban pikirannya tiba-tiba HP nya bergetar sebuah New Message terpampang dilayar Hpnya, pesan dengan nomor yang tidak dikenal alisnya berkerut bingung “Hai, Apa kabar?” Zyfa segerah membalas sms tersebut “Siapa??” pesan sms balasan datang lagi “Karel” Zyfa menatp layar handphonenya tak percaya, “Are you seriously?” | “Ya gue serius”  |”Buktinya?” | “Buktinya gue adaala orang yang pernah sengaja membuat lo jatuh pas keselek bakso puas?” | “hahahha, dapet dari mana nomor gue?”| “Gak usah lo ta, gue kasih tau kalo libiran nanti lo libur kesini, tega lo ya dah 3 tahun tau lo ngilang tanpa jejak -_- “ ||”Iya, iya ntar liat keadaan gimana, titip salam buat amel ya, sampein :p”
Meskipun bermil-mil jarak yang memisahkan, Sahabat tidak pernah terpisah karena persahabatan tidak diukur dengan jarak melainkan dengan hati.
when the distance is meaningless

Gaje, Aneh, jelek, Typo sorry for All
Soalnya ntah kenapa tulisan ini bisa jadi, tadinya gue cuman menulis apa yang ada dipikiran gue, egh tau-taunya malah jadi sebuah cerpen gaje seperti ini.
One Again Sorry For ALL