‘Cerpen
>>>>♡when the distance is meaningless♡<<<<
Title : when the distance is meaningless
Karya : Nurul Fadhilah Suardi fb : Dyfah Farellah
Theme :Persahabatan
Genre : entahlah
~~o0o~~o0o~~
>>>>♡when the distance is meaningless♡<<<<
Title : when the distance is meaningless
Karya : Nurul Fadhilah Suardi fb : Dyfah Farellah
Theme :Persahabatan
Genre : entahlah
~~o0o~~o0o~~
HaPpy Reading Guys ヘ(^_^ヘ) (ノ^_^)ノ
Sekali lagi Dia menatap
sebuah Rumah pohon yang penuh dengan Kenangan.
Tak banyak yang
berubah, Rumah pohon ini masih terawat indah, dan sebuah lapangan basket kecil
dengan ring yang sepertinya baru-baru dibuat., Gadis ini perlahan-lahan
memajakkan kakinya menaiki satu persatu tangga rumah pohong itu, Gadis ini
bergemin mematung menatatap sebuah fotoh kecil yang tertempel indah disudut
rumah pohon ini, 3 anak kecil yang polos, seorang anak laki-laki dan diapit
oleh gadis gadis kecil yang lucu dan manis, gadis ini membeku tak lama air bening
mengalir dipipinya yang lembut
“Lo siapa?”
Seseorang
mengagetkan Zyfa dari belakang, ia menoleh keasal suara itu dan melihat seorang
pria remaja dengan postur tubuh yang tinggi,rambut cepak,berkulit putih, dan
sebuah bekas luka kecil di sudut keningnya , sedang berdiri tegap didepannya
dengan ditemani sebuah gitar, gitar yang sangat dikenali oleh gadis remaja ini.”
apakah dia orang yang kurindukan selama ini??” Ucap Zyfa membatin
“lo siapa?
Ngapaing lo disini?” Ucapnya mengulang pertanyaan yang sama.
Sebuah garis
tertarik dipipi gadis ini membentuk
sebuah senyuman manis yang jarang ia berikan pada orang lain.
“Lo masi sering
kesini?” Zyfah mengacuhkan pertanyaan pemuda itu
____________~~~~____________
Hari ini sangat
membosankan, sama dengan hari-hari
sebelumnya, sejak gadis lucu itu tak pernah ia lihat lagi saat liburan semester
tiba, Pria ini telah menahan perasaannya telah lama yang entah sejak kapan
perasaan seorang sahabat berubah jadi Cinta dah hal itu membuat pemuda ini
tersiksa, ia takut mengatakan yang sejujurnya, ia takut persahabatannya hancur,
dan dia juga takut bakal dijauhin dengan gadis yang sangat berarti dihidupnya ,
ia hanya memilih diam dan hanya bisa memendam perasaan itu dalam-dalam.
Disekolah tak ada satupun gadis yang ia dekati selain saudara kembarnya
sendiri. Disekolah ia termasuk siswa
yang sangat disenangi oleh para kaum hawa,
senyuman-senyuman mereka Cuma bisa dibalas dengan tatapan dingin khasnya
yang sangat menyakitkan hati. Ia memang cuek dengan sekitarnya, dia terkenal
misterius. Orang Aneh, mungkin itulah yang bisa terucap dari bibir saudara
kembarnya. Pria ini terlahir didunia ini tidak sendiri ia terlahir kembar
dengan adik perempuannya atau biasa disebut kembar No-identik.
Jerah akan panas dikamarnya Karel menarik gitarnya dan
keluar dari kamar ia berlari-lari kecil ketempat favoritnya yang hanya dia dan
2 orang yang sangat berarti dihidupnya yang tau tempat itu. Teringat jelas
dimemori Karel pertemuan pertama dia dengan gadis polos 8 tahun yang lalu…
#Flashback On
“Rel jangan
balapan dong nanti nabrak orang gimana?” Ucap adik kembarnya
“Bawel” Karel
“Ya udah kalo
kamu gak mau dengar aku mau balik, nanti aku laporin kamu sama mama” Amel
“Ginini kalo
cewek bisanya cuman ngaduh doang, payah, sana pergi..” Karel
Saat itu Karel
masih berada di kelas 3 SD Karel sejak kecil memang terkenal cuek. Anak kecil yang masi lucu ini ngebut-ngebutan berssepeda dijalanan kompleks.
“Awwww”
Seorang gadis
kecil tersungkur jatuh diaspal, aku tak sengaja menabraknya.
“Eh, Maaf aku
gak sengaja” Ucap karel singkat sambil berlalu
meninggalkannya, dia tahu ini tindakan yang salah. dia mencoba menoleh
kebelakang ia melihat gadis kecil itu
sedang menangis kini ia merasa bersalah.
Mata gadis kecil
ini membalalak tak percaya akan apa yang ia lihat tadi, seorang anak lakki-laki
yang sebaya dengannya ngebut-ngebutan bersepeda dijalan dan tak sengaja
menabraknya, dan ia hanya meminta maaf tanpa menolongnya berdiri. Sentak gadis
kecil ini sangat kesal.
“Bodoh, Tolol
banget si.. kalo ngebut jangan disini” Umpatnya dalam hati
“Awww” gadis ini
meringis kesakitan, matanya mulai memerah dan air bening mulai mengalir
dipipinya, ia pulang kerumah omnya dengan kaki pincang..
Karel memarkir
sepedanya tepat di samping sepeda saudar kembarnya, ia mebuka knop pintu dan
mendapat keluarganya tengah berada diruang keluarga. Karel tersenyum.
“Karel tadi
ngebut-ngebutan main sepedakan?” Ucap mama lembut
Karel hanya
cengar cengir dan beralih menatap
saudara kembarnya, ia tersenyum
mengejek pada Amel dan berlalu naik kekamar.
Malam itu malam
tahun baru, seluruh keluarga Karel kini berada dihalaman rumah tetangga sebelah
merayakan tahun baru bersama dengan acara kecil-kecilan, Karel keluar dan
berjalan ketempat Mama,papa dan amel berada, cukup ramai, dia menatap seorang
gadis kecil yang manis, astaga! Gadis itu yang ia tabrak tadi. ia mendengar Om
Raza memanggilnya, ia menoleh dan melihatnya,om Raza berada tepat disamping
gadis manis itu senyumku mengembang dan berlari kearah om Raza/
“Karel tadi
ngebut main sepedakan?” Tanya Om Raza
Karel hanya
cengar-cengir menjawabnya
“Ini keponakan
Om namanya Zyfa” Om raza
Aku berbalik
kearahnya dan tersenyum, senyum pertama kali aku berikan pada lawan jenis
selain keluargaku “Maaf ya tadi…” ucapku pada gadis itu
Gadis itu hanya
mengangguk dan berlalu…
____________-~~~_______________
Hufft desahan
Nafas berat Karel terdengar jelas, Gadis itu sahabat kecilnya, ia juga tak tahu
sejak kapan Perasaan seorang sahabat itu berubah menjadi Cinta. Ia menatap
Rumah pohon yang ada didepannya, tempat favoritnya bersam adik kembar dan orang
yang sampai sekrang ia nantikan Dyfa satu-satunya gadis yang menarik
perhatiannya. Ia menaiki satu persatu tangga rumah pohon ini, dan betapa
terkejutnya ia melihat seorang gadis remaja dengan rambut terurai kini
membelakanginya menatap fotoh yang sengaja ia tempel di rumah pohon ini.
“Lo siapa?”
Gadis ini
menoleh kearah Karel, bukannya ia menjawab, dia malah memberikan pertanyaan
yang membuat Karel kebingunan.
“Lo masi sering
kesini?”
“Jelas banget,
ini tempat gue, dari mana lo tau tempat ini?” Ucapku dingin padanya
“Hahahaha, masi
nggak berubah lo ya masi dingin, cuek, nyebelin”
“Apaan si lo?”
Ucapku kini bertambah bingung oleh gadis ini
“Lo Karel R.A kan?”
“Dari mana lo
tau nama gue, apa gue seterkenal ini ya, sampai-sampai ada orang asingpun kenal
gue” Ucanya kepedean
“Hahaha GR.. Lo
benaran gak kenal ama gue?”
“Kagak lah, ngapaing
nanya lo siapa, kalo gue tau” -_-
“Gue Zyfah
sahabat kecil lo”
Karel bergeming sesaat tak percaya, Orang yang ia nantikan
selama ini berada didepannya. Apa benar dia Zyfah? Zyfah sahabat kecilnya??
“Apa yang
membuat lo bisa bukti’in kalo lo My little Best Friend” Karel
“Lo ingat
kejadian pas makan bakso gak?? Lo ingat bangku yang kita dudukin bertiga bareng
amel bangku panjang itu, gue dipinggir
kanan, amel ditengah dan lo dipinggir kiri, saat Amel dah kenyang dia
berdiri, dan pas mau bayar situkang bakso baru deh nyadar uangnya gak ada, dan berlari
masuk ke rumahlo, nah pas itu gue
asik-asiknya makan bakso tiba-tiba keselek, lo malah tiba-tiba berdiri juga dan
buat kursi panjang itu gak seimbang alhasil gue jadi jatuh, tega lo :3 “
Zyfah
menceritakan salah satu kejadian lucu yang gak bisa ia lupa, membuat Karel
tersenyum
“Maaf” Lagi-lagi
cuman kata itu yang bisa terucap
“Hahhaha gak
papa lagi, gue tau itu cara lo nolongin
gue kan iya kan ngaku deh lo??”
“Hahaha GR lo..”
“Jadi lo dah
percaya gue ini Zyfah?” Zyfah
“Iya iya, lo gak
banyak berubah ya, masi sama, Nyebelin”Karel
“Yehh harusnya
yang bilang gitu gue, lo yang gak banyak berubah, masi sama masi cuek, dingin
kayak es beku dikutub utara, sinis, aneh, nyebelin” -_-
“Apa kabar?”
Karel
“Baik, lo?”
“Seperti yang lo
lihat sekarang” Karel
“Kalo Amel?”
“Kalo Amel si,
sekarang dah gak bisa diem dirumah, dikit-dikit keluar, rapatlah, inilah
itulah, maklum ketua Osis + ketua ekskul KIR, bawelnya makin hari makin bikin eneg arrgh” :3
“Jadi ceritanya
lo kesepian ni?”
“Ha? Gak juga,
masi ada gitar gue sama basket gue yang setia nemenin gue”
“hahaha lo
benar-benar Beda ya.. lo ……” Zyfah tak melanjutkan kata-katanya
“Beda apa? Gue
kenapa?” Ucap Karel menatap gadis yangselama ini dia nanti’in
“Ya Beda aja,
Rel lo itu beda.., lo Unik, gue tau lo cuek, dingin tapi dibalik itu lo
orangnya perhatian banget, cuman lo nggak nunjukin secara lansung sikap lo ini
dapet nilai +, seperti saat makan bakso itu, gue tau itu salah satu cara lo
nolongin gue kan, gue tau rel, lo juga orang unik, beda, lo lebih betah tinggal
dirumah lo daripada keluyuran seperti pemuda pemuda umumnya, lo memang beda, lo
unik, aneh dan hal itu yang membuat gue kagum pada lo Rel, lo pasti gak tau,
selama ini gue diam-diam ngaggumin lo..” Zyfah membatin
Karel menatap Zyfah
dengan kebingunan, ia tahu kini Dyfah tengah melamun
“Lo ngelamun
ya?” Karel
“Ha?? Nggak..” Zyfah
“Rumah pohon ini
masih terawatt ya?” Zyfah
“Ya iyalah orang
ini Gue yang rawat” Karel
“Rel lo ingat
gambar ini gak?” Zyfah menunjukkan gambar yang sangat Karel kenali, memori masa
lalu kini teringat jelas lagi dipikirannya
#Flash back On
Hari itu, Hari
begitu ceria, suasana sangat bersahabat, tampak dari kejauhan 2 anak kecil
sedang bermain gembira, sesekali mereka tertawa, dibalik pohon besar terdapat
seoarang anak laki-laki kecil yang kini memperhatikan kedua gadis kecil yang asik bermain itu,
sesekali tarikan dipipinya membentuk sebuah senyuman terlihat jelas, matanya
terus menatap kedua gadis kecil itu, gadis yang ditabraknya beberapa hari yang
lalu, yang tengah bermain akrab bersama saudara kembarnya sendiri.
“Manis” kalimat
yang tak disengaja Karel keluarkan ketika memperhatikan gadis yang ditabraknya
itu
Masi dibalik
pohon besar itu, karel masi asik-asiknya menatap kedua gadis itu sampai ia
tersentak kaget saat ia mendengar salah satu gadis yang kini diperhatikannya
memanggilnya bergabung lebih tepatnya saudara kembarnya sendiri.
“Rel ngapaing
dibalik pohon itu, kalo ma gabung ayo” Amel
“Ha??”
“Yeee bilang aja
mau gabung, ayo sini” Amel
Karel
melangkahkan kakinya kearah 2 gadis kecil ini,
sesekali ia melirik pada gadis yang tengah berada disamping sahabat
kembarnya..
Menit berganti
menit, waktu tak terasa berlalu dengan cepatnya, matahari kini berada di atas
kepala, dengan bantuan Amel , Karel dan
Zyfa kini akrab.
Karel tengah
sibuk berperan dengan sebuah pensil, ia sedang menggambar sesuatu, matanya tak
pernah lepas dari Zyfa, Zyfa yang tersadar kini menoleh dan mata mereka beradu,
Zyfa menatap Karel dengan kebingunan.
“Ada yang
salah?” Ucap Zyfa sambil menunjuk dirinya
“Nggak kok”
Karel tersipu malu
“Lagi gambar apa
Rel” Amel
“Dah jadi, ini
Buat kamu Fa, kenan-kenangan” ucapa Karel menyodorkan sebuah kertas gambar yang
telah diisinya dengan gambar abstrak kepada Zyfa
Amel yang
melihat aksi kakak kembarnya ini bingung, baru kali ini Amel melihat Karel
Akrab dengan gadis lain selaingnya, tapi dihati gadis kecil ini, dia senang
melihat kakaknya yang sekarang.
“Gambar apa
ini?” ucap Zyfa Bingung
“Ntah, aku juga
gak tau itu gambar apa, tapi simpen ya janji?” Karel
“Aku mana?” Ucap
Amel
“Gak ada” Karel
“Ya..” Amel
“Kamu kan gak
kemana-mana, ngapaing diberi Kenan-kenangan.” Karel
Amel tersenyum
kecut kepada kakaknya, sedangkan Zyfa kini menatap gambar itu mencari-cari apa
objek sebenarnya dari gambar ini.
Karel yang memperhatikannya perlahan-lahan tersenyum penuh arti, “Suatu saat kamu akan tau Fa” Batin Karel
Karel yang memperhatikannya perlahan-lahan tersenyum penuh arti, “Suatu saat kamu akan tau Fa” Batin Karel
Matahari kini
telah berada diufuk barat sebentar lagi akan tengggelam, dan tergantikan oleh
Bulan dan Bintang-bintang yang mengawalnya, ketiga bocah ini bergegas pulang
kerumahnya masing-masing
___________~~~~~~_____________
“Iya itu gambar
gue kan” Karel
Zyfa hanya
mengangguk menunggu karel melanjutkan kata-katanya.
Tetapi
harapannya Pupus Karel tak melanjutkan kata-katanya malah Karel juga Ikut
terdiam, Zyfa mendengus kesal dan berlalu meninggalkannya.
“Fa mau kemana?”
Cegah Karel
“Turung, sumpek
disini” Zyfa
Karel
mengikutinya, mengekor layaknya seekor anak ayam, ekspresinya masi datar tetapi
tatapannya masi terus menatap gadis yang berjalan memunggunginya itu “Gambar
itu, Gambar perasaan gue sejak pertama ngenal lo Fa, Perasaan yang tidak jelas gue
gak tahu, seperti gambar itu, gambar abstrak yang ntah objek pastinya apa”
Batin Karel
“Ngapaing lo
ngikutin gue?” Ucap Zyfa yang kini berhadapan dengan Karel
Karel yang takk
sadar tadinya, kini tersentak kaget sambil tersenyum “Ha? Apa?” Karel
Gadis remaja ini
memuat kedua bola matanya dan mendengus kesal pertanda dia benar-benar kesal
dengan orang yang kini ada dihadapannya
“Ngapaing Lo
ngikutin gue?” Ucap Zyfa
“Lo marah ya?”
Karel mengacuhkan pertanyaan Zyfa
“Tau :3 “ Zyfa
Gadis ini duduk
dihamparan rumput disamping lapangan basket dekat rumah pohonnya, Lama tak ada
yang memulai percakapan, sampai seseorang memanggil mereka berdua dari kejauhan
“Karel, Zyfa”
Amel
“Amel” Zyfa
berlari memeluk sahabat kecilnya ini.
“Lo masi ingat
gue Mel?” ucap Zyfa
“Ya iyalah gue
tau, gak ada cewek selain lo yang karel berani dekatin, cuman lo satu-satunya
gadis selain gue yang bisa dekat dengan Karel, makanya gue cepat ngenal kalo
gadis yang didekat karel itu pasti lo” Amel
“Hahaha Lo bisa
aja Mel” Zyfa
Karel melangkah
mendekati kedua gadis itu, senyum manis yang ia paparkan dengan dua gadi yang
sangat berarti dihidupnya ini, perlahan ia mencoba mendekati Zyfa, niatnya
ingin meminta maaf karena ulahnya yang membuat gadis itu kesal.
“Zyfa Maaf ya”
Karel
Zyfa hanya
mengangguk sambil tersenyum.
“Ow jadi tadi diem-dieman disana ceritany berantem tu” Amel melangkah menuju
Rumah pohon
Karel dan Zyfa hanya
bisa tersenyum menjawab pertanyaan Amel. Sambil mengekor kebelakangnya kini
mereka duduk memandang matahari tenggelam di rumah pohon itu.
Perlahan-lahan
matahari kini mulai tenggelam, senja sebentar akan menjadi gelap, matahari
tergantikan oleh bulan dan bintang-bintang pengawalnya.
“Pemandangannya
Indah ya?” Ucap Amel memecahkan keheningan yang terjadi sedari tadi mereka
hanya larut dalam pikiran masing-masing.
Malam ini bulan
sangat terang, banyak bintang diangkasa, 3 sahabat ini belum juga beranjak dari rumah pohon itu.
“Bintangnya
banyak ya” Zyfa
“Lo masi ingat
bintang lo yang mana?” Karel
Zyfa menatap
Karel bingung, perlahan-lahan ia mencerna kata-kata karel, kini kebingunan yang
tertaut diwajahnya berubah menjadi senyuman yang manis dan berlarut dalam
ingatannya kembali
#FlahBack On
Malam itu penuh
dengan banyak bintang yang menghias dia angkasa, ketiga sahabat ini tengah
asik-asiknya bercanda di taman halaman rumah Om Raza, Karel menatap bintang-bintang itu, membiarkan
kedua gadis disampingnya ini tetap asyik dalam permainan Monopolinya yang hanya
diterangi dengan sebuah lampu cas, yupzt saat itu tengah terjadi pemadaman
lampu dikompleks itu, Zyfa menoleh dan mendapati karel yang menengok keangkasa,
matanya mengikuti arah pandang Karel, kini ia terkagum-kagum dengan
Bintang-bintang yang berkelap-kelip diangkasa itu, Amel yang bingung melihat
tingkah mereka juga ikut melihat keatas, kini mereka bertiga tersenyum-senyum
kagum dengan bintang-bintang itu, sungguh Indah ciptaan tuhan ini.
“Yang warna keemasan
itu bintangku” Ucap Amel memecah keheningan
“Kalo aku yang
paling terang itu yang disamping kanang bulan” Zyfa
“Kalo aku jadi
bulannya aja, liat dech Bintangnya Amel berada disisi kiri bulang itu, dan
disisi kanang bulang itu bintangnya Zyfa, jadi aku mau jadi bulannya aja biar
selalu dekat dengan kalian” Karel
“Ye…. “ Zyfa
mengacak acak rambut Karel
“Jangan sentuh
rambutku yang agung :p “ Karel
_______________-~~~~~-_____________
“Bintangku itu
tetap bintang yang paling terang yang berada disamping kanan Bulan itu” Zyfa
“Lucu ya jika
diingat kekonyol-konyolan kita dulu” Amel
“hahaha” tawa
mereka memecahkan kehenian mala mini.
Suara nada
dering Handphone Amel terdengar jelas, cepat-cepat Amel mengangkat telephone
dari orang disebrang sana.
“Siapa?” Zyfa
“Sekretaris gue”
ucap Amel sambil menekan tombol hijau pada layar HPnya
“Ha?? Apa???...
iya maksud gue minggu lalu emang gitu.., jadi??.. aduh gimana si??... solusinya
gimana??... , ya udah gini aja gue buat LPJ nya ntar lo kirim rincian dananya
biar gue bisa bantuin lo.. ok, ok.. bye”
“Ada apa si??”
Karel
“Biasa,
sekretaris gue lagi kewalahan,ya udah gue balik ya. Bakal parah kalo urusannya
gak selesai, bye.” Amel
Amel
meninggalkan rumah pohon itu, dan berlari menuju kerumahnya untuk mengerjakan
tugas-tugasnya sebagai ketua osis. Kini tinggal karel dan Zyfa tetap bertahan
pada Rumah pohon itu
“Egh gitar lo
cuman matung gitu doang, gak niat apa manining, maining satu lagu dong Rel”
Zyfah memecahkan kebisuan yang terjadi
“Bilang aja lo
mau dengar gue nyanyi -_- , suara gue fales ntar lo kabur lagi pas denger”
Karel
“Hahaha gak kok,
ayolah” Zyfah
“gimana kalo gue
yang main gitar lo yang nyanyi adil kan?”
“Suara gue cempreng Rel, ntar rumah pohon ini roboh lagi pas gue nyanyi”
“Suara gue cempreng Rel, ntar rumah pohon ini roboh lagi pas gue nyanyi”
“Hahaha gak
papa, seru juga dong kita buat rumah pohon lagi”
“Apaan si,
iya-iya”
Jari jemari
karel menari-nari memetik senar gitar kesayangannya, dilanjutkan Zyfah
menyanyikan sebuah lagu yang
dipopulerkan oleh acha septriasa
(Zyfah)
Embun di pagi buta
menebarkan bau asa
detik demi detik ku hitung
inikah saat ku pergi
(Karel)
oh tuhan ku cinta dia
berikanlah aku hidup
takkan ku sakiti dia
hukum aku bila terjadi
Reff (Karel & Zyfah)
aku tak mudah mencintai
aku tak mudah mengaku ku cinta
aku tak mudah mengatakan
aku jatuh cinta
senandungku hanya untuk cinta
tirakatku hanya untuk engkau
tiada dusta sumpah ku cinta
sampai ku menutup mata
cintaku sampai ku menutup mata
Embun di pagi buta
menebarkan bau asa
detik demi detik ku hitung
inikah saat ku pergi
(Karel)
oh tuhan ku cinta dia
berikanlah aku hidup
takkan ku sakiti dia
hukum aku bila terjadi
Reff (Karel & Zyfah)
aku tak mudah mencintai
aku tak mudah mengaku ku cinta
aku tak mudah mengatakan
aku jatuh cinta
senandungku hanya untuk cinta
tirakatku hanya untuk engkau
tiada dusta sumpah ku cinta
sampai ku menutup mata
cintaku sampai ku menutup mata
“Suara lo benar-benar Hancur ya” Karel
“Sadis lo”
“Hahahah, egh
btw dalam rangka apa lo kesini, inikan bukan libur semester?” Karel
“Owh tadi papa
mendadak ada urusan kesini, karena gue kangen sama sahabat-sahabat gue, gue
maksa ikut”
“Jadi lo gak
tinggal lama dong?” Karel
Wajah Karel
berubah drastis, tampak sebuah kekecewaan mendalam mengetahui hal ini
“iya besok
pagi-pagi nanti gue balik” Zyfah
“ow”
“Hmmptz Rel nama
FB lo apa, biar kita bisa kontak disitu?”
“Gue gak punya
FB” jawabnya cuek
“Twitter?”
“Gue juga gak punya”
“Ha?? Kenapa?” Zyfah
“Gak penting
juga, kalo cari informasikan ada om google mau kontak sama orang bisa sms atau
telephone, gue gak suka facebookan” Karel
“Oh My god masi
adakah orang secuek dan semisterius orang ini, jujur walaupun gue sahabatn
sejak kecil dengan ni orang, masi banyak yang gue gak ketahui, orang ini susah
untuk ditebak, dan ia juga cukup privacy” Lagi-lagi Dyfa membatin
Karel menatap
sahabat kecilnya ini, ia melihat wajahnya kebingunan, ini semua pasti karena
perkataan ya karel ucapkan tadi, Dyfah menatap Karel seakan tak percaya dengan apa
yang ia ucapkan tadi, but menurut Karel Up to she .
“Jadi??” Zyfa
“Kontakan lewat
HP aja gitu repot” Karel
“Nomor lo
berapa?” Zyfa
“Gak usah lo
tau, ntar juga gue bakal sms lo sendiri, suatu saat nanti” Karel
“Emang lo tau
nomor gue?” Zyfah
“Nggak :D “
Karel
“Yeeee mana bisa
lo sms gue klao lo gak tau nomor gue dodol” Zyfah
“Di bisa-bisain
aja”
“Aneh lo” cuman
kalimat ini yang terlontar dari mulut Zyfa
“Pulang yuk”
Karel
Karel dan Zyfa
pun beranjak dari rumah pohon itu menuju kettempat peristirahatannya masing-masing,
esoknya suara kicauan burung bernyanyi menyambut pagi yang cerah ini, awan yang
ceria serta semilir angina yang meyejukkan, pagi-pagi Zyfah sudah On The Way,
tampak seorang pemuda memasuki pekarangan rumah Omnya, yupzt bisa ditebak dia
Karel.
“Gue Kira lo
tinggal lama” Karel
“Hahaha, sorry
gue juga sekolah soalnya”
“Hmptzz ya udah,
libur semester nanti kesini lagi ya” Karel
“Ntahlah Rel,
kemungkinan nggak dech, soalnya lagi sibuk, tapi ntar gue usahin dech”
“Suatu saat gue
bakal sms lo, dan lo harus balas ok?” Karel
“Sms pake apa,
nomor Hp gue aja lo gak tahu, so’ta berhadia ni yee”
“Liat aja nanti”
Karel
“Yaudah, gue
pergi ya Rel, bye” Zyfa
Karel menatap
gadis itu sampai hilang ditikungan jalan, dalam hatinya ia berharap agar bisa
bertemu dengannya lagi, ntah kapan itu, Dalam persahabatan jarak taka da
artinya untuk sebuah persahabatan, kadang didalam persahabatan juga sering kali
muncul rasa yang selalu ditakutkan, tapi karena untuk persahabatan, perasaan
itu juga harus terpendan demi ketuhan persahabatan.
_______________~~~~~~_____________________
Liburan semester tahun pertama_
“Hari ini hari terakhir liburan semester,
lo benar-benar gak datang Fa, kenapa? Apa benar lo lagi sibuk?
Tahu gak, tiap pagi-sore bahkan sampai
malem gue nunggu dibalkong berharap lo dan keluaraga lo berlibur lagi, ternyata
sampai hari terakhir lo gak datang-datang, anyway gak papa kok, but Good luck
semoga urusan lo cepat kelar, dan gue harap liburan semester tahun depan lo
datang berlibur kesini.”
“Hari ini hari terakhir liburan, urusan
belum kelar-kelar juga, Apa kabar Zy, Mel, apa kalian baik-baik aja? Sorry
liburan kali ini gue gak berlibur kesitu”
Liburan smester tahun ke-2
“Andai lo ada disini Fa, tau gak selama
pekan liburan ini karel betah banget lo tinggal dibalkon rumah, kalo ditanyain
lagi ngapain dianya cuman pura-pura metik senar gitarnya sambil berkata” Lo
nggak lihat” hahaha biasa la Karel kan sinis -_- , but gue tau saudara kembar
gue itu lagi nunggu lo Fa, Kenapa lo gak liburan kesini lagi Fa, dah dua kali
liburan semester lo nggak kelihatan-kelihatan juga, ngpaing aja si?, andai gue
punya nomor lo, pasti gue dah sms lo dari awal, gue cuman bisa nulis kek gini
tapi setelah gue pikir-pikir ternyata sama aja, gak bakal bisa terkirim
hmmpptzz andai surat ini bisa sampai ditangan lo, pasti lo tertawa bayangin
karelkan hayooo”
“Hari ini
hari terakhir liburan semester lagi, lo belum nongol-nongol aja, lo
sesibuk apanya si Fa?? Owh iya nomor lo udah gue simpan, tapi gue belum berani
sms lo, mungkin menurut lo gue aneh, ntahlah gue juga gak ngerti..”
“Hari ini hari terakhir liburan semester gak kerasa ya udah 2 tahun kita gak ketemu
lagi, sorry Zy, Mel gue belum bisa dating lagi soalnya ayah sama mama lagi
ssibuk-sibuknya, membosankan tau dirumah terus, gue kangen sama rumah pohon
kita bertiga, kangen bercanda ama kalian, hmptzz Zy katanya lo bakal sms gue
dah 2 tahun lo belum sms sms juga gimana si? Andai surat ini bisa gue kirim, tapi
mana mungkin disini gue gak tahu tukan pos surat dimana hahaha”
Ketiga sahabat
ini terbawa dalam pikiran masing-masing, pikiran yang sama “kapan bisa kumpul
bareng lagi?”, kini jarak mereka sangat jauh, kesibukan-kesibukan membuat
mereka tak bisa kumpul lagi, kesempatan yang selalu digunakan berkumpul saat
liburan semester kini sangat susah hanya desahan nafas berat lah yang bisa
mereka lakukan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu._
“Apakah Mereka
masi mengingatku” Zyfa
Zyfa
melangkahkan kakinya keluar dari kamar ia berjalan ketaman kompleks rumahnya
sekedar untuk melepaskan semua beban pikirannya tiba-tiba HP nya bergetar
sebuah New Message terpampang dilayar Hpnya, pesan dengan nomor yang tidak
dikenal alisnya berkerut bingung “Hai, Apa kabar?” Zyfa segerah membalas sms
tersebut “Siapa??” pesan sms balasan datang lagi “Karel” Zyfa menatp layar
handphonenya tak percaya, “Are you seriously?” | “Ya gue serius” |”Buktinya?” | “Buktinya gue adaala orang
yang pernah sengaja membuat lo jatuh pas keselek bakso puas?” | “hahahha, dapet
dari mana nomor gue?”| “Gak usah lo ta, gue kasih tau kalo libiran nanti lo
libur kesini, tega lo ya dah 3 tahun tau lo ngilang tanpa jejak -_- “ ||”Iya,
iya ntar liat keadaan gimana, titip salam buat amel ya, sampein :p”
Meskipun bermil-mil jarak
yang memisahkan, Sahabat tidak pernah terpisah karena persahabatan tidak diukur
dengan jarak melainkan dengan hati.
when the distance is meaningless
Gaje, Aneh,
jelek, Typo sorry for All
Soalnya ntah
kenapa tulisan ini bisa jadi, tadinya gue cuman menulis apa yang ada dipikiran
gue, egh tau-taunya malah jadi sebuah cerpen gaje seperti ini.
One Again Sorry
For ALL
