•Only Time Will Tell •
~Tentang Perjalanan Hidup~
Inspiration : Kisah Hidup My Friend ERIKA
Karya : Nurul Fadhilah suardi
HaPPy ReaDing Guys :)
“Ini semua gara-gara kamu!!”
“Tidak ini gara-gara kamu!!”
Lagi-lagi mereka bertengkar, apa mereka tidak memikirkan perasaanku?, disinilah aku dibalik pintu bersembunyi mendengar dan melihat mereka, Ayah dan ibuku bertengkar, Hampir tiap hari mereka bertengkar, ntah masalahnya apa, akupun tidak tau.
Saat itu aku masi berumur 2 tahun, aku masi sangat kecil, untuk mengetahui permasalahan mereka, jujur setiap mereka bertengkar,sangat sakit, apakah mereka tidak pernah memikirkan perasaanku?? Pertengkaran mereka berakhir dijalan perceraian, ayah dan ibuku kini bercerai. Dan Hak Asuh diambil oleh ibuku, kini aku benar-benar berpisah dengan ayahku…
Setelah perceraian itu, aku dan ibuku meninggalkan kota bandung, dan pergi merantau ke Sulawesi, disulawesi, bagiku wilayah ini sangat asing, jujur setiap malam aku sangat merindukan ayahku, kenapa ini harus terjadi di aku? Apa salahku? Pertanyaan-pertanyaan itu selaluu terucap. Di Sulawesi aku dan ibuku tinggal dirumah salah satu warga yang sangat berbaik hati ingin memberikan tumpangan ke kami, setelah beberapa bulan, ibuku bertemu dengan salah satu keluarga jauhnya. Setelah beberapa lama, Ibuku dan om itu makin dekat, akupun tidak mengerti. Malam itu Mama memberiku kabar.
“Cik, apa kamu merindukan sesosok seorang Ayah?”
“Iya, ma aku sangat mengingkan ayah, apakah mama dan ayah ingin bersatu lagi?” Ucapku dengan mata berbinar-binar
“Maaf sayang, hal itu sangat mustahil”
“Jadi maksud mama tadi apa?”
“Mama ingin menikah dengan Om Teo, Om Teo baik lo…” aku memotong pembicaraan mama
“Apa?? Ma, aku memang menginginkan sesosok ayah, tapi bukan Ayah Tiri” ucapku kini mataku mulai berkaca-kaca.
“Sayang, kamu bersikap gini, karena kamu belum mengenal Om Teo, cobalah engkau mendekati dia, dia orangnya baik kok, dan gak seperti yang ada dipikiranmu, gak selamanya sayang, ayah tiri itu buruk, dan jahat, Ibu yakin kamu akan suka padanya”
“Tapi?”
“Cik, sudah cukup beberapa bulan ini dan hampir satu tahun, mama mencari nafkah sendiri, mengasuh kamu sendirih, mama juga perlu pendampin yang bisa memberi kita nafkah, dan membantu menjaga kamu Cik”
Apa yang harus kuperbuat?? Dilain sisi aku juga gak mau membuat mama kecewa. Dilain sisi pula aku belum siap menerima pengganti ayah. Yang aku ingingkan ayahku bukan ayah tiri..
“Cik.. Cika” mama membuyarkan lamunanku
“Egh iya Ma, tadi sampai manaya?”
“Hm.. tadi ngelamun ya??”
“Iya Ma”
“Jadi gimana? kamu setuju mama menikah dengan Om Teo”
“Ma.. jujur aku belum bisa memberikan kepastian, tapi akan aku coba untuk menerima Om Teo, karena itu semata-mata hanya untuk Mama”
“Jadi ini maksudnya..”
“Iya Ma aku akan belajar menerima om Teo sebagai ayah”
Sebulan kemudian, Ibuku benar-benar menikah dengan Om Teo, Kini aku,Ibu, dan ayah baruku tinggal di daerah terpencil, rumah kami diwilayah perkebunan, Pekerjaan ayah dan ibu kini sebagai Petani yang mengolah kebun milik seorang saudagar kaya.
Hari berganti bulan dan bulan pun berganti tahun, kini umurku sudah cukup utnuk masuk ketaman Kanak-kanak, tapi karena Keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, aku pun harus mengubur mimpiku untuk merasakan namanya pendidikan di taman kanak-kanak, karena untuk makan saja kami sangat kesusahan, kadang kami hanya memakan singkon dan hasil kebun lainnya untuk sebagai penyambung hidup, Sungguh beruntung mereka yang merasakan Taman Kanak-kanak, dimana ayah dan ibunya tiapa hari mengantarnya ke sekolah, memberinya ciuman, dan kasih sayang, sedangkan aku?? Merasakan keutuhan keluarga aja sangat sulit, memang benar kini aku mempunyai ayah, tapi tetap beda, pasti beda rasanaya ayah kandung dengan ayah tiri, kadang aku merindukan belaian ayah kandungku tapi kini keberadaannya saja aku tidak tahu.. aku rindu ayah..
Sampai saat itu, saat umurku sudah cukup masuk Sekolah Dasar, seorang kepala sekolah berkunjung kerumahku, Kepala sekolah itu mengutarakan maksud kedatangannya kerumah kami, ia ingin mengasuh dan menyekolahkanku, Ibuku sangat berterima kasih, sampai-sampai ia menagis terharu, sejak itu aku pun tinggal dirumah keluarga angkatku yaitu keluarga kepala sekolah tadi, kini aku berpisah dengan ibuku, kami hanya bertemu kadang seminggu sekali, kadang 2 minggu dalam sebulan, sungguh saat itu aku sangat merindukan ibuku, Ibu yang selalu menjagaku, ibu yang setia ada disampingku walau tampah ayah, ibu yang merelakanku berpisah hanya demi masa depanku kelak, Terimakasih ibu. Hidup itu penuh dengan cobaan tapi kamu harus yakin, Tuhan gak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan manusia. Seperti hidupku yang dulunya hancur kini perlahan lahan membaik, yang dulunya aku gak bisa bersekolah karena ekonomi, kini secara tiba-tiba ada seorang kepala sekolah yang sangat baik ingin menyekolahkanku, dan aku percaya itu semua pertolongan darimu Sang Kuasa. ..
Perjalanan Hidup itu sangat lah panjang, terkadang hidup itu gak selamanya Lurus, kebanyakan berliku-liku tapi kamu tetap harus ikhlas, sabar dan tegar menghadapi itu semua, niscaya Allah akan tetap memberimu pertolongan, dan ingatlah walaupun semua orang jauh darimu, masi ada ALLAH yang akan selalu ada disampingmu.
#Coretan kecil Erika untuk Sang Ibu
Malam ini engkau menelfonku…
Kudengar suara halusmu…
Tanpa kusadari air mataku jatuh membasahi pipi..
Aku ingin memelukmu Mama..
Aku rindu dengan canda tawamu, Caramu menyayangiku,masakanmu, bahkan caramu memarahiku…
Aku rindu sangat Rindu, aku ingin bertemu dengan mu Mama
Jujur aku terkadang merasa iri dengan teman-temanku, yang bisa setiap hari memanggil dengan kata mama..
Yang setiap hari bisa mencium tangan mama mereka..
Aku iningin melakukan hal yang sama..
Bisakah waktu mempertemukan kita???
Miss you so much Mom…
THE END
PS: Bersyukurlah kamu, yang masi bisa bersama mama dan ayahmu, bersyukurlah kamu masi bisa bertatap muka dengan mamamu, bersyukurlah kamu yang masi bisa bercanda, menangis, curhat bersama kedua orang tuamu, bersyukurlah kamu yang masi bisa mendengar mamamu marah, mengoceh dan lain-lain, karena masih banyak orang yang ingin merasakan hal itu, tapi tidak bisa merasakannya, baik hal itu dihalang oleh jarak, waktu bahkan masa. Jangan sampai engkau menyesal.. sayangilah kedua orang tuamu, sperti mereka menyayagimu diwaktu kecil.
Sorry For Typo,Jelek, Pendek dan Kegajean lainnya
Harap dimaklumi karena saya juga masi belajar..

0 komentar:
Posting Komentar