SAHABATKU SAUDARA KEMBARKU
Ujian telah selesai, saat saat yang menegangkan telah usai.
Liburan pangjang tiba dan terdapat4 orang anak yang terdiri dari
idan,irsyad,iqbal dan yusuf mereka adalah geng cendekiawan cilik mereka telah
merencanakan liburan ini akan berkemah karena mereka adalah pramuka yang
handal.tapi kali ini mereka berkemah bukan karena tugas pramuka melainkan untuk
menyelidiki dan tafakur alam.
Idan: “friend kita dirikan tenda disini saja yah!”
Irsyad: “iya dan lagi pula di sini pemandangannya ok!”
Yusuf:
“disini juga sejuk dan rerumputannya hijau pantas untuk kita dirikan tenda
disini”
Iqbal: “hello! jangan banyak bicara yuk kita dirikan tenda
ini sekarang”
Idan:
“ya iqbal benar dari pada tinggal berlama lama berrcerita gini mending kita
dirikan tendanya sekarang biar cepat selesai biar aku dan iqbal yang mendirikan
tenda, dan irsyad dan yusuf pergi mencari kayu bakar”
Irsyad,yusuf dan iqbal: “baik komandang!”
Merekapun
melaksanakan tugasnya masing masing dan tiba tiba datang seorang anak gembala
yang wajanya mirip dengan idan
Idan : “hy kamu siapa?”
Dsaki;
“aku dsaki dan kamu siapa kok wajah kamu mirip sama wajah saya?” (merasa heran
melihat idan)
Idan: “aku idan dan aku juga tidak mengerti kenapa wajah
kita kembar yah!”
Dsaki :” hy lantas kamu sedang apa di sini?”
Idan :
“aku di sini sedang berkemah bersama teman temanku dan kamu sendiri lagi apa di sini?”
Dsaki
: “aku disini sedang mengembala kerbau ku ini! Aku senang berkenalan sama
kamu!”
Idan:
“mengembala? Memangnya orang tua kamu ke mana? ( dengan wajah herang melihat
dsaki )”
Dsaki
: “orang tua aku udah lama meninggal dan Cuma mengembala kerbau ini aku bisa
makan dan minum. ( ucap dsaki sedih)”
Idan : “ya ampun dsaki maafkan aku ya udah buat kamu sedih!”
Dsaki ; “gak papa kok!”
Dan tiba tiba
datanglah irsyad iqbal dan yusuf dengan terheran heran melihat idan dan dsaki.
Iqbal : “hy! Idan kok jadi 2 kok bisa?” ( heran melihat
kedua anak tersebut)
Irsyad : “iya ni idan yang aslih yang mana yah?”
idan :
‘teman teman aku ini idan dan yang ini dsaki “( sambil menunjuk ke arah dsaki)
iqbal : “lalu kenapa bisa wajah kalian bisa mirip gini?”
Idan : “aku juga tidak mengerti! Ogh
iya dsaki kenalain ini teman temanku!”
Iqbal : “hy aku iqbal”
Irsyad : “aku irsyad “
Yusuf : “aku yusuf”
Dsaki : “aku dsaki aku senang bisa berteman sama kalian
semua”
Idan :
“oh iya dsaki, kamu kan anak yatim piatu ni gimana kalau kamu ikut aja dengan
ku ke kota di sana kamu bisa sekolah dan kamu akan jadi saudara angkatku kamu
stuju nggak ki!”
Dsaki : “sungguh dan kamu nggak bercanda kan!”
Idan : “iya aku serius, kalau perlu 2 rius deh! Hhehehe!”
Dsaki : “aku setuju kok ma kasih ya dan kamu tu baik
banget!”
Setelah
beberapa hari berkemah di desa merekapun pulang kembali ke kota jakarta.sinar
mentari se akan menyambut kembali kehadiran mereka di kota ini. Mereka kemudian
berpisah menuju rumahnya masing masing, sedangkan dsaki berjalan bersama idan
menuju kerumah idan. Beberapa saat mereka sampai di depan rumah yang besar dan
halamannya yang luas yang ternyata rumah tersebut adalah rumah idan.
Idan : “tet.....
assalamu alaikum” (idan mencet bel )
Bunda
: “waalaikumsalam eh idan kamu sudah pulang nak!” ( tutur seorang ibu saat membuka pintu)
Idan : “ya bundah, bundah baik baik aja kan!” (
sambilmencium tangan bundanya)
Bunda
: “alhamdulillah dan bunda baik baik aja” ( sambil memeluk anak satu satunya
itu )
Idan : “papa ke mana bunda?”
Bunda : “papa lagi ada di kantor.”
Idan :
“oh iya bundah sampai lupa ni !kenalkan ini teman idan namanya dsaki dia boleh
tinggal di sini kan ma dan sekolah
bersama idan dan dsaki akan jadi saudara angkat idan bolehkan bundah kasian
diah udah gak punya orang tua lagi!”
Bundah :” niat baikmu sangat mulia sayang mama
pasti ngijinin kamu” (kata ibu terharu)
Dsaki : “ma kasih tante !“
Bundah
: “hus !!! jangan panggil tante panggil bundah aja anggaplah tante ini ibu kamu
sendirih, yuk masuk.”
dsaki & idan : “baik bundah” ( kata mereka hampir
bersamaan)
bundah
: “hm... mengapa setiap melihat kamu dsaki bundah merasa melihat anak bundah
yang hilang 12 tahun lalu!”
Idan : “apa bundah? Aku punya saudara .”
Bundah
: “iya dan, kamu memang di lahirkan
berdua kamu sebenarnya punya saudara kembar, tetapi saudara kembarmu itu hilang
di curi seseorang yang berutanya orang yang mencuri saudara mu itu udah
meninggal bersama istrinya karena kecelakaan di desa cipangjang dan beritanya
orang yang mengambil saudara kembarmu iti bernama ferdi dan istrinya bernama
lunah katanya ia mangambil kembaran kamu kkarena mereka gak punya anak dan
kembaranmu di culik untuk di asuhny. Maafkan bundah baru menceritakan ini semua
ke pada kamu” ( bundah menangis sedih )
Idan :
“gak papa kok bundah, aku akan mencari saudara ku itu bundah bundah jangan
menangis yah .”
Dsaki
: “apa? Orang yang mengculik kembaran idan bernama ferdi dan lunah, itu gak
mungking tante ferdi dan lunah itu orang tua aku dia gak mungking melakukan itu
semua buktinya aku juga cuman sendiri dan gak ada bayi yang di culik mereka dan
mengasuhnya.”
Bundah : “apa ? jada kamu adalah saudara kembarannya idan
sudah ku dugah!”
Dsaki
: “ini gak mungkin orang tua aku ferdi dan lunah! Jika memang aku kembarannya
idan apa buktinya tante” ( ucap dsaki sambil menangis)
Bundah
: “cuman satu jalan untuk membuktikan ini semua kita harus tes DNA, idan kamu
telpon ayah kamu untuk segera menysul ke rumah sakit harapan indah.”
Idan : “baik bundah.”
Bundah : “dsaki kamu tidak keberatankan untuk tes DNA?”
Dsaki : “aku tidak ke beratan kok tante!”
Merekapun
sampai ke rumah sakit harapan indah, ayah idan pun juga hadir di tempat
tersebut untuk melakukan tes DNA setelah beberapa saat dokterpun keluar
membawah hasil tes DNA tersebut
Bundah : “hasilnya apa dok?”
Dokter
: “hasilnya fositif bu, ini artinya dsaki adalah anak kandung bapak dan ibu dan
sekaligus kembaran idan.”
Bundah
: “dsaki kamu dengar sendiri kan kata dokter bahwa kamu itu kembarannya idan ?”
Dsaki : “iya bundah” ( sambil menangis terharu dan memeluk
bundah)
Idan :
“ya ampun ternyata sahabatku saudara kembarku! ini seperti mimpi deh.”( kata
idan gembira)
Dsaki : “kamu gak mimpi kok” ( sambil mencubit idan )
Idan : “hehehe....”
Keluarga ini pun menjadi utuh kembalih
:)) :))
SELESAI

0 komentar:
Posting Komentar