Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 06 November 2013

Sahabatku Saudara Kembarku



SAHABATKU SAUDARA KEMBARKU
Ujian telah selesai, saat saat yang menegangkan telah usai. Liburan pangjang tiba dan terdapat4 orang anak yang terdiri dari idan,irsyad,iqbal dan yusuf mereka adalah geng cendekiawan cilik mereka telah merencanakan liburan ini akan berkemah karena mereka adalah pramuka yang handal.tapi kali ini mereka berkemah bukan karena tugas pramuka melainkan untuk menyelidiki dan tafakur alam.
Idan: “friend kita dirikan tenda disini saja yah!”
Irsyad: “iya dan lagi pula di sini pemandangannya ok!”
Yusuf: “disini juga sejuk dan rerumputannya hijau pantas untuk kita dirikan tenda disini”
Iqbal: “hello! jangan banyak bicara yuk kita dirikan tenda ini sekarang”
Idan: “ya iqbal benar dari pada tinggal berlama lama berrcerita gini mending kita dirikan tendanya sekarang biar cepat selesai biar aku dan iqbal yang mendirikan tenda, dan irsyad dan yusuf pergi mencari kayu bakar”
Irsyad,yusuf dan iqbal: “baik komandang!”
     Merekapun melaksanakan tugasnya masing masing dan tiba tiba datang seorang anak gembala yang wajanya mirip dengan idan
Idan : “hy kamu siapa?”
Dsaki; “aku dsaki dan kamu siapa kok wajah kamu mirip sama wajah saya?” (merasa heran melihat idan)
Idan: “aku idan dan aku juga tidak mengerti kenapa wajah kita kembar yah!”
Dsaki :” hy lantas kamu sedang apa di sini?”
Idan : “aku di sini sedang berkemah bersama teman temanku dan kamu sendiri lagi   apa di sini?”
Dsaki : “aku disini sedang mengembala kerbau ku ini! Aku senang berkenalan sama kamu!”
Idan: “mengembala? Memangnya orang tua kamu ke mana? ( dengan wajah herang melihat dsaki )”
Dsaki : “orang tua aku udah lama meninggal dan Cuma mengembala kerbau ini aku bisa makan dan minum. ( ucap dsaki sedih)”
Idan : “ya ampun dsaki maafkan aku ya udah buat kamu sedih!”
Dsaki ; “gak papa kok!”
     Dan tiba tiba datanglah irsyad iqbal dan yusuf dengan terheran heran melihat idan dan dsaki.
Iqbal : “hy! Idan kok jadi 2 kok bisa?” ( heran melihat kedua anak tersebut)
Irsyad : “iya ni idan yang aslih yang mana yah?”
idan : ‘teman teman aku ini idan dan yang ini dsaki “( sambil menunjuk ke arah dsaki)
iqbal : “lalu kenapa bisa wajah kalian bisa mirip gini?”
Idan : “aku juga tidak mengerti!                                                                             Ogh iya dsaki kenalain ini teman temanku!”
Iqbal : “hy aku iqbal”
Irsyad : “aku irsyad “
Yusuf : “aku yusuf”
Dsaki : “aku dsaki aku senang bisa berteman sama kalian semua”
Idan : “oh iya dsaki, kamu kan anak yatim piatu ni gimana kalau kamu ikut aja dengan ku ke kota di sana kamu bisa sekolah dan kamu akan jadi saudara angkatku kamu stuju nggak ki!”
Dsaki : “sungguh dan kamu nggak bercanda kan!”
Idan : “iya aku serius, kalau perlu 2 rius deh! Hhehehe!”
Dsaki : “aku setuju kok ma kasih ya dan kamu tu baik banget!”
           Setelah beberapa hari berkemah di desa merekapun pulang kembali ke kota jakarta.sinar mentari se akan menyambut kembali kehadiran mereka di kota ini. Mereka kemudian berpisah menuju rumahnya masing masing, sedangkan dsaki berjalan bersama idan menuju kerumah idan. Beberapa saat mereka sampai di depan rumah yang besar dan halamannya yang luas yang ternyata rumah tersebut adalah rumah idan.
Idan : “tet.....  assalamu alaikum” (idan mencet bel )
Bunda : “waalaikumsalam eh idan kamu sudah pulang nak!” ( tutur seorang ibu saat  membuka pintu)
Idan : “ya bundah, bundah baik baik aja kan!” ( sambilmencium tangan bundanya)
Bunda : “alhamdulillah dan bunda baik baik aja” ( sambil memeluk anak satu satunya itu )
Idan : “papa ke mana bunda?”
Bunda : “papa lagi ada di kantor.”
Idan : “oh iya bundah sampai lupa ni !kenalkan ini teman idan namanya dsaki dia boleh tinggal di sini kan   ma dan sekolah bersama idan dan dsaki akan jadi saudara angkat idan bolehkan bundah kasian diah udah gak punya orang tua lagi!”
 Bundah :” niat baikmu sangat mulia sayang mama pasti ngijinin kamu” (kata ibu terharu)
Dsaki : “ma kasih tante !“
Bundah : “hus !!! jangan panggil tante panggil bundah aja anggaplah tante ini ibu kamu sendirih, yuk masuk.”
dsaki & idan : “baik bundah” ( kata mereka hampir bersamaan)
bundah : “hm... mengapa setiap melihat kamu dsaki bundah merasa melihat anak bundah yang hilang 12 tahun lalu!”
Idan : “apa bundah? Aku punya saudara .”
Bundah : “iya dan,  kamu memang di lahirkan berdua kamu sebenarnya punya saudara kembar, tetapi saudara kembarmu itu hilang di curi seseorang yang berutanya orang yang mencuri saudara mu itu udah meninggal bersama istrinya karena kecelakaan di desa cipangjang dan beritanya orang yang mengambil saudara kembarmu iti bernama ferdi dan istrinya bernama lunah katanya ia mangambil kembaran kamu kkarena mereka gak punya anak dan kembaranmu di culik untuk di asuhny. Maafkan bundah baru menceritakan ini semua ke pada kamu” ( bundah menangis sedih )
Idan : “gak papa kok bundah, aku akan mencari saudara ku itu bundah bundah jangan menangis yah .”
Dsaki : “apa? Orang yang mengculik kembaran idan bernama ferdi dan lunah, itu gak mungking tante ferdi dan lunah itu orang tua aku dia gak mungking melakukan itu semua buktinya aku juga cuman sendiri dan gak ada bayi yang di culik mereka dan mengasuhnya.”
Bundah : “apa ? jada kamu adalah saudara kembarannya idan sudah ku dugah!”
Dsaki : “ini gak mungkin orang tua aku ferdi dan lunah! Jika memang aku kembarannya idan apa buktinya tante” ( ucap dsaki sambil menangis)
Bundah : “cuman satu jalan untuk membuktikan ini semua kita harus tes DNA, idan kamu telpon ayah kamu untuk segera menysul ke rumah sakit harapan indah.”
Idan : “baik bundah.”
Bundah : “dsaki kamu tidak keberatankan untuk tes DNA?”
Dsaki : “aku tidak ke beratan kok tante!”
         Merekapun sampai ke rumah sakit harapan indah, ayah idan pun juga hadir di tempat tersebut untuk melakukan tes DNA setelah beberapa saat dokterpun keluar membawah hasil tes DNA tersebut
Bundah : “hasilnya apa dok?”
Dokter : “hasilnya fositif bu, ini artinya dsaki adalah anak kandung bapak dan ibu dan sekaligus kembaran idan.”
Bundah : “dsaki kamu dengar sendiri kan kata dokter bahwa kamu itu kembarannya idan ?”
Dsaki : “iya bundah” ( sambil menangis terharu dan memeluk bundah)
Idan : “ya ampun ternyata sahabatku saudara kembarku! ini seperti mimpi deh.”( kata idan gembira)
Dsaki : “kamu gak mimpi kok” ( sambil mencubit idan )
Idan : “hehehe....”
                         Keluarga ini pun menjadi utuh kembalih

                                      :)) :))
                                      SELESAI

0 komentar:

Posting Komentar