Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Kamis, 25 September 2014

Semuanya akan berubah

`Semuanya Akan Berubah

~Tentang Perjalanan Hidup~
Inspiration : Novel LOVASKET
Created By : Nurul Fadhilah suardi

HaPPy ReaDing.

Prolog.
Dunia itu berputar.
Kadang kita ada diatas dan kadang pula kita ada dibawah.
Kadang Kita bersuka dan kadang pula kita berduka.
Semuanya berputar seperti bumi mengelilingi porosnya.

____________o0o________________
SMA 25 PERSADA, adalah Sekolah swasta yang banyak digemari oleh siswa-siswa dikota bandung, banyak yang lebih memilih bersekolah disekolah swasta ini, terkhususnya kepada anak-anak pejabat, sekolah ini mempunya fasilitas yanglengkap.
“Neyla, Lo apaan-apaan si??” Zhila
“Zhil udahla, zhil, jangan cari masalah sama Neyla” Dyan
“Tapi diatu salah Dy” Zhila
“Egh lo, cari masalah ya sama gue, lo gak tau gue siapa? Gue anak donator tetap disekolah ini, kalo gue mau, gue bisa ngeluarin lo dari sekolah ini.” Neyla
“Neyla, udahlah, masalah ini cuman masalah sepeleh, dan lo harus ingat, Zhila itu sahabat kita” Zizi
“EGP” Neyla
“Sahabat macam apaan si lo Nel, gue muak ama tingkah lo” Zhila
“Ngomong apaan lo?” Neyla
Perdebatan mereka kini makin menjadi-jadi, Zhila terasingkan oleh seluruh siswa SMA 25 persada, mereka semua takut  kepada Neyla, dan siapa juga si yang mau menentang Neyla yang terkenal sebagai Putri di SMA 25 PERSADA.
Hari-hari terlewatkan, Zhila benar-benar gak sanggup diperlakukan kayak gini, semenjak bermasalah denga Neyla, hari-harinya kini menjadi suram, setiap datang kesekolah selalu ada hewan-hewan yang mengerikan dibangkunya, saat pulang sekolah ban mobilnya selalu bocor, ini semua ulah orang-orang suruhan Neyla. Kini, hari terakhir zhila menginjak sekolah ini, dia memutuskan untuk pindah sekolah.
Setelah kejadian itu, taka da satupun orang yang berani bermasalah dengan Neyla, walau yang sala Neyla, mereka memilih untuk berdiam. Karena mereka tahu, berurusan sama Neyla itu, sama saja dengan bunuh diri.
Hinggah saat itu Neyla and the geng, jalan-jalan ke Mall, Neyla tidak sengaja menabrak seorang gadis remaja.
“Brukk!!” Tas Gadis itu terlempar
“Egh kalau jalan liat-liat dong, punya mata gak si?” Teman gadis itu
Sedangkan gadis yang ditabrak berlari mengambil tasnya, dan melihat sesuatu yang tadinya seperti benda keramik.
“Ya Pecah” Gumam Gadis itu
“Kenapa Ge?” Tanya sahabatnya
Gadis yang dipanggil Ge ini hanya diam, tak mengubris.
“Egh lo, tanggung jawab lo, gara-gara lo, jalan gak liat-liat Patung pesanan sahabat gue pecahkan!” Labrak Sahabat Gadis itu.
“Egh lo jangan bentak-bentak sahabat gue ya, ” Kini Zizi membela Neyla
“Egh ajarin tu sahabat lo, kalau jalan liat-liat” Sahabat Gea
“Lit, udahlah, yuk pulang” Gea menarik Sahabatnya Talitha pulang.
“Lo nggak papa, Ney?” Dyan
“Gak papa” Nela
“Sepertinya benda itu, sangat berarti bagi gadis itu tadi” Batin Neyla
“Egh itu bocah sekolah dimana si? Kayaknya gue gak pernah liat?” Zizi
“Gue liat lambangnya tadi, kayaknya mereka sekolah disekolah Negri, agh udahlah yuk cabut” Neyla
Meekapun meninggalkan Mall, kembalih Pulang kerumah masing-masing. Sesampai dirumah, Neyla melihat dari  luar, rumahnya dikerumuni warga dan banyak polisi, sekejap Neyla berlalri menerobos kerumunan itu. Didalam Neyla melihat papanya di borgol, dan beberapa ruang dirumahnya dikunci.
“Ma,Pa ini ada apa?” Neyla
“Sayang kamu harus tabah ya, Papa dituduh korupsi” Mama
“Tidak, Papa gak mungkin korupsi, iya kan pa?” Neyla
“Iya sayang, Papa gak korupsi, papa hanya dijebak” Papa
“Maaf anda harus kami bawa kekantor polisi, dan rumah anda serta beberapa aset kami sitah, kami memberi waktu sampai besok agar anda meninggalkan rumah ini.” Polisi
“Tidak, gue gak akan ninggalin rumah ini, rumah gue” Neyla
“Sayang kita harus ikhlas.” Mama
Dunia memang selalu berputar, barusan Neyla berpoya-poya di mall, dan tau-taunya sekarang dia harus rela kehilangan ayah dan hartanya yang melimpah, Ayahnya kini ditahan dikantor polisi, sampai Koruptor yang asli ditangkap.
“Ney.. Ayo, kita harus meninggalkan rumah ini” Mama
“Tidak ma, Neyla tidak akan meninggalkan rumah ini” Neyla
“Sayang, ayolah, percuma kamu berkeras kepala seperti ini, apa kamu mau polisi yang menyeret kau keluar?” Mama
Hari ini Neyla meninggalkan rumahnya, Rumah yang layaknya istana, Lenkapa dengan beberapa fasilitas, Ada kolam renang, Lapangan basket, Ruang karaoke dll. Kini semuanya tergantikan menjadi rumah yang kecil yang hanya mempunyai 2 kamar, ruang dapur yang sempit, ruang tamu yang sempit, pekarangan yang tidak terawatt. Yupzzt disinilah Neyla sekarang, berada dirumah kontrakan yang kecil, diwilayah pedesaan. Karena Ayah Neyla, adalah Pejabat yang besar, dengan cepat kasusnya tersebar, dan sampai disekolah. Disekolah Neyla terasingkan, sekarang dia yang merasakan apa yang dirasakan Zhila, sekarang sahabat-sahabatnya menjauhinya, sekarang dia sendiri, dan detik-detik terakhir dia harus keluar dari sekolah favoritenya itu.
Neyla pindah kesekolah Negeri yang sangat sederhana, dengan fasilitas seadanya.
Sekarang Neyla berubah drastis, iya cenderung tertutup, bahkan sampai sekarang iya belum mempunyai teman. Sepulang sekolah iya hanya mengurung diri dikamar, iya masi tidak bisa menerima semua yang telah terjadi..
Hinggah saat itu…
“Hy” Gea
“Hm” Neyla
“Masi ingat dengan saya?”  Gea
Neyla hanya mengangguk
“Aku tau, kenapa kamu bisa ada disini, dan kenapa kamu terpuruk seperti ini, aku tau, Ney, gak selamanya kita itu diatas, kadang kita harus ada dibawah.  Dan Kamu harusnya bersyukur, dengan musibah ini, kau bisa merasakan apa yang dirasakan orang-orang yang dulu kau injak-injak, harusnya kau mengembil hikmah dari masalah ini, dengan itu kau bisa berubah bukannya makin parah seperti ini” Gea
“Hm.. Lo benar Ge, gue orangnya gak pernah bersyukur, gue selalu nyalain tuhan, gue angkuh, gue arrgh.. kenapa gue begitu terjebak” Neyla
“Selagi masi ada waktuh kenapa tidak berubah?” Gea
“Makasih Ge, atas nasehat lo, sekarang gue akan berubah, dan maaf atas kejadian dimall itu dulu” Neyla
“Iya, gak papa kok” Gea
Sejak Hari itu, Neyla berubah sekarng iya tidak angkuh lagi, tidak memilih teman-teman lagi, tidak merendahkan orang lagi, dan sekarang ia menghargai danmensyukuri segala hal yang terjadi.
Hingga saat itu, Papanya terbuktih tidak bersalah, harta bendanya sekarang kembali lagi, papanya menawarkan ia untuk kembalih bersekolah di SMA 25 PERSADA, tetapi ia tidak mau, ia lebih suka bersekolah di SMA Negeri ini, disinilah ia bisa berubah, menemukan sahabat yang benar-benar sahabat, bukan karena ada apanya, melainkan apa adanya.

The END…
PS: Ketika kamu terluka, kamu mungkin menderita. Namun selalu ada pelajaran yang membuatmu semakin bijaksana dan Kebahagiaan yang sesungguhnya baru akan tercipta ketika hati ikhlas menerima. Penuh syukur dan selalu percaya hanya kepada-Nya (ALLAH SWT)

Sorry For Typo, Jellek dan kegajean lainnya.
Saya juga masi belajar, harap dimaklumi……..





0 komentar:

Posting Komentar